Sekuat tenaga
berusaha menerjang, melawan segala hal untuk dapat bertahan. Bersimpuh kepada
pemilik semesta sekedar untuk diberi kekuatan, agar dagu tetap dapat menegak,
menembus kornea-kornea penuh keraguan dengan sorot keberanian dan kemantapan. Semampuku.
Konspirasi semesta. Aku memilih untuk menyebutnya
demikian. Segala hal yang nampaknya begitu berat untuk dapat aku lewati seorang
diri. Semesta seperti tak henti-hentinya mencandaiku, sehingga selalu saja,
dalam setiap harinya ada –paling tidak satu- adegan yang harus kuperankan tanpa
dapat aku mengerti bagaimana makna dari skenario yang tersirat olehNya.
Mungkin saja para pencatat itu akan mendapati lelahnya.
Mengetahui aku yang tidak pernah benar-benar jauh dari keluh. Tidak. Tentu mereka
tidak akan lelah. Mereka jauh dari aku yang begitu dekat dengan kata, lelah.
Wahai Dzat Yang Tiada Duanya, pemilik alam semesta, bolehkah
aku meminta sedikit saja kekuatan dariMu untuk dapat bertahan dengan segala
konspirasi semestaMu. Sedikit saja. Aku akan mencoba untuk berkawan dengannya. Karena
nampaknya aku sudah tak cukup hati lagi untuk membuat mereka –yang Kau tugaskan
untuk mencatatku- terus bekerja lembur. Lembur karena keluhku akan semesta yang
tak selalu jalan denganku.
Ku mohon, berilah aku sedikit lagi kekuatan.
Sleman,
2-8-2015, 5:40 PM







0 komentar:
Post a Comment