Powered by Blogger.
RSS

Konspirasi

Sekuat  tenaga berusaha menerjang, melawan segala hal untuk dapat bertahan. Bersimpuh kepada pemilik semesta sekedar untuk diberi kekuatan, agar dagu tetap dapat menegak, menembus kornea-kornea penuh keraguan dengan sorot keberanian dan kemantapan. Semampuku.

Konspirasi semesta. Aku memilih untuk menyebutnya demikian. Segala hal yang nampaknya begitu berat untuk dapat aku lewati seorang diri. Semesta seperti tak henti-hentinya mencandaiku, sehingga selalu saja, dalam setiap harinya ada –paling tidak satu- adegan yang harus kuperankan tanpa dapat aku mengerti bagaimana makna dari skenario yang tersirat olehNya.


Mungkin saja para pencatat itu akan mendapati lelahnya. Mengetahui aku yang tidak pernah benar-benar jauh dari keluh. Tidak. Tentu mereka tidak akan lelah. Mereka jauh dari aku yang begitu dekat dengan kata, lelah.

Wahai Dzat Yang Tiada Duanya, pemilik alam semesta, bolehkah aku meminta sedikit saja kekuatan dariMu untuk dapat bertahan dengan segala konspirasi semestaMu. Sedikit saja. Aku akan mencoba untuk berkawan dengannya. Karena nampaknya aku sudah tak cukup hati lagi untuk membuat mereka –yang Kau tugaskan untuk mencatatku- terus bekerja lembur. Lembur karena keluhku akan semesta yang tak selalu jalan denganku.

Ku mohon, berilah aku sedikit lagi kekuatan. 



Sleman, 
2-8-2015, 5:40 PM
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Post a Comment