Dear
mbaknya-yang-sekarang-lagi-sewot-karna-pacarnya-dulu-pernah-suka-sama-saya...
Mbaknya santai
boleh lho ! Ga usah sewot gitu. Sampe updates di facebook segala..
Mbaknya,
selama ini saya santai lho sama situ. Saya ga pernah berusaha cari masalah sama
situ. Saya sangat menghormati dan menghargai situ, karna dipikiran saya situ
orang yang baik. Dan karna saya beranggapan bahwa masalah saya sama pacar situ
adalah masa lalu, masa sebelum situ hadir dikehidupan pacar situ, jadi menurut
saya situ tidak punya kepentingan dengan masa lalu itu. Toh, sekarang saya juga
ga ada hubungan sama sekali dengan pacar situ. Nyapa aja juga jarang-jarang.
Calm down, mbaknya.
Well, kalo
situ rebek kaya sekarang gara-gara saya galau di facebook. Sure, mbaknya.. It's
totally my bussines and non of your bussines. Sekalipun saya mewek-mewek, saya
ga akan pernah ambil pacar situ kok. Kalo saya mau, saya bisa aja ngrecokin
hubungan situ berdua dari dulu. Dan lebih dari itu, kalo saya bener-bener mau
saya ga akan tolak 'DIA' dulu, mbaknya!
Mbaknya, saya
sudah tolak dia, itu tandanya saya memang ga mau. Saya memang tidak
menginginkannya. Kalo tiba-tiba sekarang perasaan saya bergeser, galau dan
mungkin ada rasa iri, itu tetap tidak akan pernah merubah keadaan. Saya tetap
tidak akan menginginkan dia, apalagi mengambilnya dari anda. TIDAK AKAN PERNAH,
mbaknya! Saya tidak akan menjilat lundah saya sendiri, kecuali ada campur
tangan Tuhan.
Mbaknya,
masalah perasaan saya, masalah saya suka galau, it's totally my privacy
bussines. Dan anda tidak berhak untuk menyusup di dalamnya. Biarkan saya
nikmati sendiri perasaan ini. Toh saya tidak mengganggu hubungan kalian. Kalo
anda merasa tidak nyaman, risih, dan was-was saat saya galau di facebook, anda
boleh lho remove facebook saya :) Beneran!
Intinya
mbaknya, biarkan saya menikmati perasaan yang sedang saya rasakan ini. Kalo
anda menilainya sebuah karma, biarkan saya yang menanggungnya dan tolong jangan
pernah mencampurinya. Sama seperti saya yang membiarkan hubungan kalian
berjalan dengan baik. Meskipun banyak kecamuk di hati saya, ga pernah sekalipun
saya tunjukkan di hadapan kalian berdua. Sama ga pernahnya sama mengungkit masa
lalu dengan pacar anda. Apalagi sampe ngrecokin.
Mbaknya, kita
sama-sama cewek. Saya tahu anda takut kehilangan pacar anda. Percayalah,
mbaknya.. Sampai detik ini belum terlintas untuk mengambil dia dari anda. Untuk
itu, mbaknya.. Cobalah juga untuk memahami perasaan saya. Maaf kalo apa yang
saya rasakan ini mengusik dan menyakiti batin anda. Sekali lagi maaf...







0 komentar:
Post a Comment