Rasa bersalah, tak nyaman, dan bimbang selalu ku rasa sejak saat itu. .
Selalu berharap bahwa ini hanya perasaan konyol ku. .
Tapi, bukankah aku mengenalnya lebih dari siapapun. .(setidaknya itu yang ku rasa)
Sedikit saja ada yang berbeda, sudah pasti aku merasajan. .
Aku akui, aku tidak peka dengan isi hati orang lain. .
Bukan tak peka, melainkan aku memang tak peduli. .(shitt ! Sifat buruk ku yang kesekian kalinya)
Awalnya aku juga tak mau ambil pusing dengan masalah ini. .
Tapi atas dasar "pertemanan" (andai bisa disebut demikian) yang sudah terjalin sejak usia 4 bulan, aku tak tahan terus seperti ini. .
Dengan saran dari seorang temanku (andai aku layak memiliki teman, dan patut memanggilnya teman) aku mencoba menanyakan hal ini kepadanya. .
Tamparan yang cukup membuat aku menitikan air mata tepat mengenai ulu hatiku. .(aku yakin seyakinnya dia akan tertawa puas melihatku tingkah ku ini)
Kata katanya mungkin tepat 99.99%, tapi tetap saja aku merasa sakit yang teramat sangat. .
Aku sadar bahwa selama ini aku dan dia selalu bersaing. .(walaupun terlihat sebagai seorang "teman" -andai masih pantas dikatakan demikian-)
Bagiku ini sungguh memilukan. .perih. .pedih. .sakit. .kecewa. .muak. .
TAPI PANTASKAH AKU MENGELUH ATAS HAL INI??
Mungkin Memang Bukan Maaf Yang Sepatutnya Ku Ucap
9:50:00 AM |
Label:
curhat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)







0 komentar:
Post a Comment